Berdasarkan hasil penilaian karya oleh dewan juri LKTM Bahasa dan Seni Nasional 2009 maka dengan ini panitia mengumumkan lima karya terbaik yakni:
1. Akhmad Munaji dan Subroto dari UNES.
Judul : Taman Pewayangan Alternative Taman Edukasi.
2. Hadi Apriawan dan Angga Bagus dari UNBRAW.
Judul : Bahasa Malangan.
3. Agus Arifin dan Marintha dari UNBRAW
Judul : hombo batu
4. Sari Kurnia dan Nanang dari Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang.
Judul : Reoptimalisasi Bhs Indonesia sebagai identitas Nasional.
5. Muhamad Faisol dan Zia Ardhi dari ITS
judul : Revitalisasi permainan bentengan sebagai upaya peningkatan kualitas.
Kelompok yang memiliki karya terbaik berhak dan wajib mengikuti babak selanjutnya yakni presentasi karya. Presentasi karya akan dilaksanakan pada:
Hari : Kamis, 29 Oktober 2009
Tempat : Aula KPLT Fakultas Teknik UNY.
Presentasi dilakukan selama 25 menit dengan durasi waktu 10 menit untuk presentasi karya dan 15 menit untuk sesi tanya jawab dengan juri.
Peserta grandfinal wajib datang dan melakukan registrasi ulang di Gedung Pusat Kreativitas Mahasiswa (PKM) FBS UNY pada hari Rabu, 28 Oktober 2009 mulai pukul 13.00-15.00 WIB.
Finalis diwajibkan :
1. Mengirimkan abstrak atau ringkasan karya tulis ilmiah maksimal 2 lembar ke email rispenbemfbsuny@gmail.com maksimal tanggal 27 Oktober 2009.
2. Memakai jas almameter universitas masing-masing pada saat presentasi karya.
3. Format presentasi karya dibuat dalam bentuk power point.
Informasi yang belum dicantumkan akan diberitahukan segera.
Akomodasi peserta selama mengikuti acara pada tanggal 28-29 Oktober 2009 ditanggung panitia.
Informasi selanjutnya dapat menghubungi Annida 085643295005
Selamat Bagi Finalis Kami Tunggu Kedatangannya di Jogja
Bagi kelompok lain yang belum beruntung jangan putus asa dan selalu berkarya.
Salam Seni Budaya
Panitia Pekan Ilmiah Budaya Mahasiswa FBS UNY 2009
Minggu, 25 Oktober 2009
PENGUMUMAN LOMBA KARYA TULIS ILMIAH BAHASA DAN SENI TINGKAT NASIONAL BEM FBS UNY 2009
Jumat, 23 Oktober 2009
Tolak Komersialisasi Pendidikan di UNY
Kamis pagi (15/10), ratusan maasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Peduli Pendidika (Gardu Pendidikan) melakukan aksi simpatik berkeliling kampus UNY. Gardu pendidikan mendatangi setiap fakultas di UNY untuk menyuarakan penolakan komersialisasi pendidikan di UNY.
Gardu Pendidikan menuntut tiga hal kepada setiap dekan yaitu adanya keterjangkauan akses pendidikan bagi seluruh rakyat, menolak segala bentuk badan usaha yang bertentangan dengan filosofis pendidikan, dan menolak penerimaaan peserta didik secara besar-besaran.
Tuntutan mahasiswa tersebut tekait dengan kondisi pedidikan yang semakin sulit dijangkau oleh masyarakat kecil. Biaya masuk ke perguruan tinggi kian mahal, seperti yang terjadi di UNY. Diantaranya uang masuk UNY lebih mahal dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk kelas subsidi, dana yang dikeluarkan mulai dari 4 juta-6 juta, sedangkan swadana 7 sampai 8 juta dengan sumbangan 2,5 – 10 juta. Selain itu UNY telah menerima mahasiswa baru secara besar-besaran yaitu mahasiswa swadana dua kali lipat lebih banyak dibanding mahasiswa subsidi.
Presiden BEM REMA UNY, Pidi Winata mengungkapkan dalam orasinya,“Fakta membuktikan bahwa sejauh ini kita menemukan realitas pendidikan yang belum menemukan ujung pangkalnya mau dibawa ke mana Kita sedang menyuarakan hak ribuan orang-orang yang sedang menzakati kita, karena kita sedang disubsidi oleh pemerintah, uang pemerintah itu dari rakyat dan rakyat kita adalah orang miskin. Maka kita dibiayai oleh orang miskin. Atas nama masyarakat miskin yang sulit mengakses pendidikan, kita memperjuangkan hak orang-orang miskin untuk menikmati pendidikan sepeti kita sekarang ini. Jika tidak ada proses penyelamatan pendidikan ka barangkali bukan saja kita yang tidak mengakses pendidikan, tapi anak cucu kita”.
Dari enam dekan fakultas, hanya 3 dekan yang menyatakan setuju dan menandatangani surat kesepakatan untuk menolak komersialisasi pendidikan, yaitu FMIPA, FIP,dan FBS. Dekan Fakultas Teknik dan FISE belum dapat ditemui sedangkan dekan FIK secara implisit belum sanggup menandatangani surat kesepakatan. Saat berorasi di depan mahasiswa, Dekan FBS mengungkapkan pandangannya mengenai komersialisasi. “Sejak awal saya tidak ingin melakukan komersialisasi pendidikan. Kita harus memiliki persepsi yang sama tentang konsep komersialisasi pendidikan. Kalau sampai mahasiswa dijadikan objek sumber pembiayaan pendidikan, maka saya tidak setuju karena itu merupakan komersialisasi pendidikan. Tetapi ketika UNY menjadi BLU, maka saya setuju bahwa lembaga ini mencari upaya sebagai sumber pembiayaan upaya-upaya itu bukan mencari sumber pembiayaan dari mahasiswa”, ungkap Dekan FBS , Prof dr Zamzani.
Isti Hardiyanti , PBI 08 Staff Mediasi BEM FBS UNY
Jumat, 18 September 2009
LOMBA KARYA TULIS ILMIAH BIDANG BAHASA DAN SENI TINGKAT NASIONAL FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Lomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) Bahasa dan Seni tingkat Nasional dalam rangkaian Pekan Ilmiah Budaya Mahasiswa 2009 bertujuan untuk memperluas wawasan dan khasanah keilmuan mahasiswa tentang seni dan budaya. Kegiatan ini juga bertujuan untuk menajamkan pemikiran kritis mahasiswa terhadap isu seni dan budaya terutama yang berkaitan dengan kearifan lokal Bangsa Indonesia di kancah global serta membudayakan budaya tulis sebagai budaya intelektual yang patut dilestarikan. Mahasiswa diharapkan mampu mempuyai motivasi untuk selalu berpikir ilmiah dan menjaga kearifan lokal bangsa.
Penulisan karya tulis mahasiswa mengacu pada satu tema yakni:
“Kearifan Lokal Sebagai Pilar Kemajuan Bangsa Indonesia di Era Global”
Topik penulisan dibagi menjadi dua bidang yakni bidang bidang bahasa dan seni. Topik yang dipilih harus sesuai dengan bidangnya dan mencerminkan tema di atas.
• Persyaratan Peserta
1. Peserta LKTM adalah mahasiswa perguruan tinggi yang sedang mengikuti Program Diploma (SO) atau S1.
2. Peserta LKTM dapat perseorangan atau berkelompok maksimal 2 orang.
• Proses Seleksi
Seleksi akan dilaksanakan secara nasional oleh tim penilai dan keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat;
Panitia akan menetapkan 5 (lima) karya tulis terbaik sebagai finalis LKTM Bidang Bahasa dan Seni Tingkat Nasional Tahun 2009. Finalis akan diundang pada acara Grand Final LKTM Bahasa dan Seni Nasional pada 28 Oktober 2009.
• Sifat dan Isi Tulisan
1. Kreatif dan objektif
a. Tulisan berisi gagasan ilmiah yang kreatif untuk mensosialisasikan permasalahan yang berkembang di masyarakat
b. Tulisan tidak bersifat emosional atau tidak menonjolkan pemikiran subjektf
c. Tulisan didukung oleh data dan/atau infomasi terpercaya.
d. Bersifat asli (bukan hasil jiplakan atau duplikasi), bukan ringkasan skripsi.
2. Logis dan Sitematis
a. Tiap langkah penulisan dirancang secara sistematis dan runtut
b. Pada dasarnya karya tulis ilmiah memuat unsur-unsur inti masalah, analisis-sintesis, kesimpulan dan sedapat mungkin saran-saran.
3. Isi tulisan berdasarkan telaah pustaka dan hasil pengamatan, tetapi bukan hasil penelitian eksperimental
4. Materi karya tulis disesuaikan dengan tema yang disajikan.
5. Materi karya ilmiah merupakan isu mutakhir (current issues) atau aktual.
6. Bahasa yang digunakan adalah Bahasa Indonesia baku dengan tata bahasa dan ejaan yang disempurnakan, sederhana, jelas, satu kesatuan, mengutamakan istilah yang mudah dimengerti, tidak menggunakan singkatan seperti tdk, tsb, yg, dgn, dll, sbb.
• Pembimbing
Setiap kegiatan penulisan oleh peserta baik yang perseorangan maupun kelompok didampingi oleh 1(satu) dosen pembimbing.
• Sistematika Penulisan
a. Bagian Awal
1. Halaman Judul
2. Halaman Pengesahan
3. Kata Pengantar
4. Daftar isi dan daftar yang lain yang diperlukan (misalnya, daftar gambar, daftar tabel,dll).
5. Abstrak karya tulis maksimal 1 halaman.
b. Bagian Inti
BAB I. PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan
BAB II.TELAAH PUSTAKA
BAB III. METODE PENULISAN
BAB IV. PEMBAHASAN
BAB V. PENUTUP
c. Bagian Penutup
a. Daftar pustaka
b. Daftar riwayat
c. Lampiran (jika ada)
• Sistem Pengetikan
1. Tata letak
a. Karya tulis diketik dengan Font 12, Times New Roman, 1,5 spasi pada kertas HVS A4.
b. Margin kanan 3 cm, margin kiri 4 cm, margin atas 4 cm dan margin bawah 3 cm.
2. Jarak pengetikan antara Bab dan Sub-Bab 3 spasi, Sub-Bab dan kalimat di bawahnya 2 spasi.
- Judul Bab diketik dengan huruf kapital di tengah-tengah dengan dicetak tebal tanpa garis bawah.
- Judul Sub-Bab ditulis mulai dari sebelah kiri dicetak tebal. Huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf kapital.
- Judul anak Sub-Bab ditulis dari sebelah kiri dengan huruf pertama setiap kata ditulis dengan huruf kapital.
4. Penomoran Halaman
a. Bagian awal memakai angka romawi kecil dan diketik di sebelah kanan bawah (i, ii, iii,.........)
b. Bagian inti sampai akhir memakai angka arab dan diketik dengan jarak 3 cm di sebelah kanan atas (1, 2, 3,.......)
c. Nomor halaman pertama pada setiap Bab tidak ditulis, tetapi tetap diperhitungkan.
• KETENTUAN DAN PENGHARGAAN
1. Karya yang telah masuk dalam lomba ini menjadi hak milik panitia, jadi tidak dapat diambil kembali oleh peserta. Namun, hak cipta karya ada pada penulis.
2. Penulisan disusun melalui berbagai pendekatan sesuai bidang ilmu yang sedang ditekuni oleh mahasiswa;
3. Jumlah halaman penulisan maksimal 20, tidak termasuk halaman judul, halaman kata pengantar, dan halaman daftar isi, dsb.;
4. Karya tulis harus sudah diterima Panitia selambat-lambatnya 13 Oktober 2009 (cap-pos) atau dikirim via email melalui alamat sebagai berikut:
Panitia Lomba Karya Tulis Mahasiswa
Bidang Bahasa dan Seni
BEM FBS Bidang RISPEN
Gedung Cine Club, FBS, UNY kampus Karangmalang DI Yogyakarta
Kode Pos :55281
Email :rispenbemfbsuny@gmail.com
5. Hadiah dan penghargaan untuk karya terbaik:
a. Juara I
piagam penghargaan + tropy + uang pembinaan Rp 2.000.000,00
b. Juara II
piagam penghargaan + tropy + uang pembinaan Rp 1.500.000,00
c. Juara III
piagam penghargaan + tropy + uang pembinaan Rp 1.000.000,00
d. Juara harapan
piagam penghargaan + trophy
info selengkapnya hubungi:
Ida Yeni Rahmawati : 0855233796223
Annida Asni : 085643295005
Website : www.bemfbsuny.co.cc
Read More → LOMBA KARYA TULIS ILMIAH BIDANG BAHASA DAN SENI TINGKAT NASIONAL FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Rabu, 24 Juni 2009
smptn yang membingungkan
Persiapan UNY dalam mengelola pendaftaran mahasiswa baru SMPTN amburadul hal itu terlihat di sekretriat PMB yang tak dijaga oleh satupun dari pihak panitia. Sekretariat yang terletak di rektorat sayap kiri tersebut tersebut dibiarkan kosong, dan hanya diisi oleh meja yang ditempeli oleh brosur penerimaan mahasiswa baru. Hal ini membuat sejumlah calon mahasiswa baru kebingungan untuk menanyakan secara langsung sejumlah hal yang berkitan dengan penerimaan mhasiswa baru di UNY.
Terus Berkarya, Berkarya Terus
Februari silam menjadi saksi terbentuknya sebuah tim baru yang diamanahi di organisasi mahasiswa yang disebut Badan Eksekutif Mahasiswa, tepatnya setelah dilantik oleh Prof. Dr. Zamzani selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta maka resmilah tim baru yang dipimpin oleh Anom Adi Nugraha menggawangi BEM FBS 2009.
Diawali dengan rapat kerja sepekan paska dilantik, setelah berekspektasi tentang masa depan dihasilkanlah track yang akan dilalui oleh BEM FBS 2009 setahun kedepan. Tahun ini BEM FBS mengangkat visi “Menciptakan kampus yang religius, kritis, dinamis dan berkarakter serta menjadikan BEM menjadi lembaga yang berpengaruh di tingkat regional dalam bidang budaya dan pendidikan” dan diturunkan dalam ruh gerak berupa Misi “Profesionalitas, Sinergitas dan pengembangan Jaringan sebagai suporting sistem”. Profesionalitas sebagai lembaga pengambil kebijakan strategis dan penyalur aspirasi, menyinergikan semua komponen yang ada di FBS sebagai modal menuju produktifitas dan tidak lupa pengembangan jaringan sebagai suporting sistem dari sekian banyak agenda-agenda yang akan dilaksanakan tahun ini.
Selain Visi dan Misi, juga dibentuk sekian banyak perangkat untuk mencapai tujuan besar BEM 2009. Antara lain ada 3 departemen yaitu Departement Pengembangan Sumber Daya Manusia, Departemen Pelayanan Publik, dan Departement Media dan Informasi. Ada juga satu lembaga khusus di BEM yang fokus menggarap tentang kebudayaan yaitu “Culture Centre” yang membawahi dua biro yaitu Riset dan Penalaran dan Seni dan Budaya, juga tahun ini BEM FBS memiliki Badan Semi Otonom yang fokus menggarap tentang seni kolaborasi yaitu SANGKALA.
Jumlah total pengurus BEM 42 orang dan dengan motivasi dan obsesi yang sangat besar tahun ini BEM FBS mengangkat 4 (empat) agenda besar yang akan dikawal secara besar-besaran pula. Yaitu Open House, Seminar Nasional, Pekan Budaya Pelajar, dan yang terakhir adalah Parade Budaya Nasional. Open House merupakan agenda yang telah berlalu Maret, namun ini menjadi sebuah awal perjalanan BEM untuk setahun kedepan.
Agenda kedua adalah seminar nasional, yang akan dilaksanakan di bulan Mei akhir sekaligus menjadi stadium general sekolah aktivis (salah satu program kerja Dept. PSDM). Seminar ini akan mengangkat tema tentang kepemimpinan nasional dalam konteks budaya sebagai karakter khas dari FBS. Kemudian Pekan Budaya Pelajar di bulan Juli, direncanakan dilaksanakan untuk wilayah Jawa-Bali. Terakhir adalah Parade Budaya Nasional, yang direncanakan sebagai dilaksanakan bersamaan dengan momentum dies natalis FBS dan sekaligus musyawarah nasional Ikatan Lembaga Mahasiswa Ilmu Budaya dan Sastra se-Indonesia (ILMIBSI) yang tahun ini tuan rumahnya adalah BEM FBS UNY karena untuk dua tahun ini SEKJEND ILMIBSI atas nama Anom Adi Nugraha Ketua BEM FBS UNY.
Sosok pemimpin yang santun juga ramah, dialah Anom. Seseorang yang tercatat sebagai mahasiswa pendidikan bahasa jawa tahun 2007. Ketika ditanya tentang motto hidup, Anom menjelaskan bahwa hidup hanya sekali jadilah berarti hidup cuma berjalan satu kali, waktu tidak bisa diulang kebelakang maka jadilah bermakna untuk dunia, jadilah bagian dari kontribusi, jadilah sosok yang paling dicari. Tentu dalam konteks positif sehingga kita menjadi mempunyai ‘arti’ bagi kehidupan ini. Pada akhirnya ‘arti’ itu yang kelak di akhirat akan menjadi saksi.
”Kita beruntung dan wajib berbangga menjadi warga FBS yang memiliki motto akademis humanis, kampus yang sangat memanusiakan manusia, kampus yang multiculture, kampus yang sangat kental dengan karakteristik budayanya, kita wajib berbangga. Tetapi seraya dengan kebanggaan itu ada konsekuesi besar yang selayaknya ada pada diri kita sebagai warga FBS yaitu menjadi agen atau menjadi cermin-cermin FBS yang akan dinilai oleh masyarakat umum sebagai representasi dari kampus ungu, sehingga kita harus menunjukan prestasi sekaligus karakter kita ke masyarakat luas. Jangan terjebak pada pikiran-pikiran yang pragmatis, karena sesungguhnya kita memiliki kewajiban juga untuk berkontribusi untuk Indonesia, jadi berkaryalah. Dan yang terakhir mari kita maknai proses pendidikan di kampus ini tidak hanya menjadi proses pendiidikan kognitif atau intelektual saja, tetapi mari kita maknai sebagai proses ‘pendidikan karakter’ juga, karena sesungguhnya sebagian besar pemuda Indonesia ini juga sedang kehilangan karakter sebagai bangsa. Dengan membentuk karakter maka kita maka sesungguhnya kita sedang membantu bangsa ini untuk menemukan kembali karakternya.” Demikian tuturnya ketika ditanya tentang pesan untuk pembaca eksis.
Harapannya teman-teman FBS untuk turut mengembangkan kemampuan berkarya dan tidak ragu untuk mencoba berkarya. Dengan Membaca berbagai karakter yang ada di FBS serta menjadikannya wahana budaya untuk meningkatkan kebersamaan dan seni menumbuhkan kepekaan dalam sebuah karya. Hidup Mahasiswa! (Redaksi)
Kamis, 11 Juni 2009
MELACAK KONTINUM KEBIJAKAN KEBUDAYAAN DI INDONESIA
Bertempat di Auditorium UNY, BEM FBS UNY menyelenggarakan seminar nasional pada tanggal 4 Juni 2009. Seminar ini dihadiri oleh mahasiswa S1 UNY maupun dari luar UNY, pascasarjana, dosen, serta masyarakat umum. Sekitar 200 peserta meemenuhi kursi di ruangan auditorium.
Acara dimulai pada jam 7.30, diawali dengan pembukaan dan tari penyambutan yaitu Golek Ayun-ayun yang dipersembahkan oleh Hima Tari. Pada acara selanjutnya, Budi Wahyono selaku ketua panitia memberikan sambutan, diikuti oleh sambutan dari ketua BEM FBS dan Bapak PD III FBS.
Sesuai tema yang diangkat yaitu “Melacak Kontinum Kebijakan Kebudayan di Indonesia”, seminar ini mengundang 2 pembicara yang mumpuni di bidang budaya yaitu I Gusti Nyoman Widja, SH selaku Direktur Tradisi dari Ditjen Nilai Budaya, Seni dan Film, serta Radhar Pancadahana selaku kolumnis dan tokoh budaya.
Dengan dimoderatori oleh ketua BEM FBS, Anom Adi Nugroho, mereka memaparkan kebudayaan dengan sudut pandang yang berbeda.
Bapak I Gusti Nyoman Widja menyinggung kebudayaan tradisional dan bentuk material kebudayaan sebagai kekuatan bangsa Indonesia.“Persoalan kita adalah menghadap Negara maju, kita memiliki budaya yang khas, namun sifat budaya tradisional dan ekspresi tradisional baru rancangan UU”.
Pada bulan Mei yang lalu dilakukan penilaian terhadap batik dan diharapkan batik dapat lolos menjadi warisan dunia pada bulan September, begitu paparnya.
Selain kekayaan budaya harus diajukan perlindungannya, pelestarian budaya harus dilakukan secara kontinya, seperti pengadaan festival budaya. Dalam hal ini, Pemerintah memiliki andil yang besar untuk mengelola kebudayaan. Direktur dari Bali ini memaparkan beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Departemen kebudayaan diantaranya penandatanganan MoU dengan Departemen Hukum dan HAM, diklat-diklat untuk daerah-daerah dan penerbitan databes sebagai legalisasi suatu hasil budaya.
“Seringkali hitungan material lebih besar dari hitungan kebudayan. Orang menganggap kesejahteraan dicapai dengan materi berlimpah. Padahal kesejahteraan adalah ketika orang dapat tersenyum dalam kondisi apapun. Apalah artinya memiliki harta banyak namun tidak bahagia karena dikucilkan orang misalnya”, ujar Radhar Pancadahana sebagai pembicara kedua. Menurutnya, perkembangan yang ada dinilai dari segi ekonomis saja, begitu pula dengan kesejahteraan yang kehilangan substansinya sebagai pencapaian kebahagiaan.
Berbeda dengan pembicara sebelumnya, kolumnis ini menuturkan kebudayaan dari dimensi kemanusiaan. Beliau menganggap budaya bukan hanya produknya saja tetapi semua yang melekat pada diri manusia. Kebudayaan merupakan identitas manusia dan cara manusia mempertahankan hidup.
Secara kolektif, proses suatu bangsa dalam membangun bangsa menjadi konsep kebudayaan. “Sejarah pergerakan, pembentukan, hingga pengembangan suatu bangsa pada mula dan akhirnya sesungguhnya adalah sebuah gerakankebudayaan”. Lanjutnya, ”Hanya saja gerakan itu direduksi menjadi gerakan politik dan militer”.
Kebudayaan akan menjadi soft power dalam membangun bangsa. Dalam hal ini, pemerintah bertindak sebagai stakeholder kebudayaan yang utama. Namun, Radhar menyayangkan sikap pemerintah yang kurang cerdas karena hanya mengambil saham yang minim. Parahnya lagi, menurut beliau, pemerintah melihat kebudayaan hanya dari segi material/ produk akhirnya.
“Terkadang bentuk tersebut dapat digunakan mereka untuk menguatkan portofolio mereka misalnya dalam pemilihan capres-cawapres.”
Sekali lagi, Radhar Pancadahana memiliki pendangan yang berbeda. Cara mendokumentasikan kebudayaan, menurut beliau adalah mempraktekan dan mengembangkannya bukan hanya legalisasi hasil budaya seperti pandangan dari pembicara sebelumnya. Di akhir statementnya, Radhar menggemakan semangat kepada para hadirin,”Yang harus dilakukan adalah bekerja setinggi-tingginya sesuai apa yang menjadi gagasan kita karena gagasan selalu memiliki kakinya sendiri”.
